Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Hari Guru - Bukan Hanya Mereka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Oktober 2016

Cantik, Untuk Hidup Lebih Baik

Cantik? Menurut kamu bagaimana cantik itu?
Mau-mau jadi cantik?

Nah, ada tips biar kita jadi makin cantik dan kece.
Catat ya!

1. Jangan Mengeluh

"Aduh, ada tugas. Malah mati lampu bagaimana ini. Malah besok mau formatif."

"Ya Allah, kok gak keluar-keluar sich. Padahal uda lama banget lha!

Masih banyak lagi pasti keluahan-keluhan yang hampir semua orang mengalaminya.
 So, STOP!
Jangan banyak mengeluh. Ntar makin jelek.

2. Jangan Panik

"Mana dompet... Mana dompet tadi?"

"OMG, uda pukul 07.50. Malah masuk 07.00"

Santai-santai... mas-mbak, neng-akang,  kakak-adik.
Jangan panik, ntar kerutan makin nambah lho..
Sabar-sabar ya.
Daripada panik, mending dipikir santai dulu. Apa penyebabnya, dan pembelajaran yang dibisa diambil.

 3. Tidak Menceritakan Penderitaan Kita Kepada Orang Lain

Teman, teman kita itu bukan tempat sampah penderitaan. Ia juga punya masalah. Ntar kamu menceritakan masalah kamu ke dia, emang dia gak punya masalah apa? Dia juga punya problematika ntar kamu menambah masalah dia, dia jadi malah pusing.

4. Stimulasikan Hal-hal Positif
 Daripada mikir hal-hal yang negatif, mending pikirkan hal-hal yang positif aja.
Stimulasikan pikiran kita dengan hal-hal positif. Karena itu akan mempengaruhi perasaan dan sikap kita.
Nah, tulis di kertas kemudian tmpelkan. 
"Hari ini saya bahagia :)" *Jangan lupa tanya senyum.

Jadi ketika kamu melihat tulisan itu. Lupakan semua masalah. Dan tersenyum lah. :)

Jangan lupa tersenyum. Sebarkan senyum indah. 



" Hari ini aku cantik. 
Lebih cantik dari hari kemaren. 
Kini tak ada lagi kerutan di wajah,
 senyuman di bibir merona indah. 
Tak ada lagi kamus GALAU. 
Cobalah untuk memaafkan semua kesalahan orang lain, 
dan lupakan semua kebaikan yang telah kita berikan."





Gorontalo, 14 Oktober 2016
Salam cantik, semangat belajar menjadi pribadi cantik.


#Tips Pemateri Kemuslimahan.




 

Senin, 23 Mei 2016

Berikan Senyum Terbaik Mu

Siapapun tamumu, baik itu sebuah kebahagiaan, kepahitan, maupun hal yang tidak engkau sukai tetap berikanlah senyuman indah dari bibirmu.
Mungkin hal yang tidak engkau sukai, adalah hal yang terbaik untukmu. 

Jangan bersedih, jangan terlalu larut dalam kesedihan itu.

Jadilah pribadi yang tangguh, kuat, dan azzamkan dalam hati "Keterbatasan itu bukanlah akhir dari segalanya. Keterbatasan ini bukanlah sebuah alasan untuk kita menyerah, untuk kita mundur, maupun untuk berbalik kebelakang"

Seperti penggalan syair S. Anantaguna dalam puisinya yang berjudul "Kepedasan Hidup"
...
Tanpa persoalan hidup ini sudah mati

Setiap orang tentu memiliki permasalahannya masing-masing. Berbagai persoalan dan masalah kehidupan. Begitu pula S. Anantaguna. Namun S. Anantaguna berupaya untuk menikmati hidupnya. Keras dan pedasnya kehidupan dijadikannya pengalaman yang berharga. Kalau itu sebuah persoalan, maka persoalan itu harus ditaklukkan. Dan sejatinya hidup tanpa persoalan ibarat bubur tanpa gula. 

Selain, S. Anantaguna masih banyak lai orang di luar sana yang memiliki problem yang lebih besar. Namun, hanya satu yang berbeda. Mereka menyakini bahwa ia dapat melaluinya. Bagaimana dengan kita?..

Yakin lah badai pasti berlalu, langit biru akan tampak dan pelangi akan datang dengan wajah indahnya.

Semoga syair-syair Sallim A. Fillah mampu membakar semangat kita, memberikan sedikit energi positif agar kita terus berpikir positif.



Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan,
setiap orang adalah guru bagi kita.

Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang
jahat. Betapapun yang mereka berikan pada kita selama
ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya,
mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka
orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah
yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana.

Mereka mungkin tanah gersang. Dan kitalah murid yang
belajar untuk menjadi bijaksana. Kita belajar untuk
menjadi embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya,
dan rembulan yang menghias malamnya.

Tetapi barangkali, kita justru adalah tanah yang paling
gersang. Lebih gersang dari sawah yang kerontang. Lebih
cengkar dari lahan kering di kemarau yang panjang. Lebih
tandus dari padang rumput yang terbakar dan hangus.
Maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan
menjadi murid yang bijaksana.

Seperti matahari yang tak hendak dekat-dekat bumi
karena khawatir nyalanya bisa memusnahkan kehidupan.
Seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelma
lahan subur, sejuk menghijau berwujud hutan.

Dan seperti batu cadas yang memberi kesempatan lumut
untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut
menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya.
Demi terciptanya butir-butir tanah. Demi tersedianya
unsur hara agar pepohonan berbuah.

_Salim A. Fillah, DDU_





Senin, 16 Mei 2016

Sabar...
Kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Banyak orang bilang kamu yang sabar ya! Kamu jangan sedih, tersenyum lah. Hadapi semua dengan sabar!
Sebenarnya apa sih sabar itu? gimana ya sikap sabar itu?

Nah, sabar itu adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Semakin tinggi kesabaran seseorang, maka ia memiliki kemampuan untuk menghadapi semua permasalahan yang ada. Ia akan mampu melalui dan selalu bersikap positif. Selain itu, ia akan menahan dirinya dari maksiat kepada Allah dan menahan keluh kesah takdir Allah, sehingga menahan jiwanya dari perasaan marah, jengkel, dan bosan.

Nah, mulai sekarang. Berlatihlah menjadi orang yang sabar. Jangan penah mengeluh, marah, ataupun sedih dengan takdir Allah. Dan, bersabarlah menahan diri dari maksiat ya guys.