Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Hari Guru - Bukan Hanya Mereka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label syurga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syurga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2019

BUNGA TERSEMBUNYI

Awal pertemuan ku dengan dia adalah sejak liburan di Taman Cadika. Sebuah taman yang berada tepat di sekitar rumah paman. Hampir setiap saat paman mengajak untuk berkunjung. 

Bagiku bermain di alam terbuka adalah hal yang cukup menyenangkan. Kegiatan tersebut bisa menghilangkan penat rutinitas, serta menyegarkan kembali energi-energi positif . Aku juga menyarankan agar teman-teman sering untuk bermain di taman hijau; arena wisata alam. Mari tutup laptop sejenak. Singkirkan semua tumpukan berkas, serta amati mereka yang disekitar kita.

Langkah demi langkah. Menelusuri jalanan. Ku melihat dia yang mengayuh sepeda membawa tumpukan sampah. "Bismillahirrahmanirrahim". Ucapnya sebelum menumpahkan sampah-sampah itu ke dalam bak sampah miliknya. Lantunan tasbih juga membasahi gerak bibirnya. 

Masya Allah. Diri ini begitu takjub. Allah begitu sayang hingga ia mempertemukan dengan mereka yang senantiasa mengingat kepadaNya. Pekerjaan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Mengkufuri nikmat yang telah diberi. Barangkali diri ini selalu beralasan untuk mengatakan bahwa Tuhan kami sedang sibuk. Astagfirullah.

Perjalanan kami pulang, kudapati lelaki paruh baya yang membaca Al-Quran sambil menunggu dagangannya. 

Pertemuanku dengan dia bukanlah tanpa makna. Bukan sebuah hal yang kebetulan. Allah ingin kembali mengingatkan dan mengajarkan. Mereka yang tersebar di bumi senantiasa memperkuat perisai langit. Lalu bagaimana dengan diri ini?

Perisai-perisai yang mampu mengetuk pintu langit. 
Ibarat sebuah bunga, bermekaran menarik mata untuk memandang. Kumbang-kumbang pula turut menari diantara bunga yang sedang mekar.

Proses mereka untuk memperkuat perisai langit memang tak mudah. Butuh sebuah ketekunan, keikhlasan, perjuangan, dan bahkan kesabaran. 
Begitu pulau dengan tanaman. Mereka tidak serta Merta berbunga, dan bermekaran. Banyak proses yang telah dilalui. Banyak hal yang telah dikorbankan. 

"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". (QS. An-Nahl:97)

So, tetaplah beramal shaleh. Dimanapun dan kapanpun. Barangsiapa beramal shaleh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik di dunia dan Allah akan balas dengan yang jauh lebih baik dari amal Sholeh ya kelak di akhirat. 

Mari bersama, terus berjalan. Menelusuri perjalanan kehidupan yang telah Allah beri. Semoga kita tidak hanya dipertemukan di taman dunia. Namun, kita kelak dipertemukan di taman syurga Allah. Aamiin.

Bunga tersembunyi. Teruslah bermekaran. Kusuma nan indah. 

https://youtu.be/2kR0auMkzJE