Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Hari Guru - Bukan Hanya Mereka

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2021

MUSLIMAH BERDAYA

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Menulis adalah salah satu cara untuk mengingat diri. Kelak ketika diri ini lalai. Mohon ingatkan, bahwa saya pernah mempelajarinya dan menuliskannya.

Menulis adalah salah satu cara untuk mengikat ilmu. Mohon ingatkan masih terbentang luas ilmu yang masih belum diikat.

Tulisan kali ini, saya akan berbagi sedikit atau sekedar sharing terkait muslimah. Adapun tulisan ini berkaitan dengan “Muslimah Berdaya”.

Muslimah yang selalu memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal positif dalam hidupnya.


 Bagaimana Kewajiban dan Peran Muslimah?

Kewajiban dan Peran Muslimah


Muslimah perlu untuk memberdayakan potensi diri? 

Ya, karena Muslimah sangat penting sebagai pilar peradaban.


Bagaimana cara memberdayakan potensi diri?

QS. Al-Isra:84-85.

1.      1. Masing-masing kita adalah ciptaan yang berkategori “Master Piece”

2.      2. Mengenal dan mengasah adalah bentuk syukur kepada Sang Pencipta

 

Wahai Muslimah. Semoga kita ISTIQOMAH DALAM MELAKSANAKAN BAKAT KITA. INSYA ALLAH.


Optimalkan Peran Muslimah:

Optimalkan Peran Muslimah


1.     1. Tarbiyah Dzatiyah (Self Education/Pembinaan Diri)

Setiap insan penting untuk meningkatkan kualitas diri dalam dalam iman, akhlak dan penampilan, ilmu dan manhaj, fisik, dll.

2.  2. Menata waktu

Masing-masing kita memiliki waktu yang sama; 1x24 jam. Tapi setiap orang memiliki aktifitas yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu kita untuk mengatur waktu dalam beberapa bagian:

a.       Waktu untuk agama

b.      Waktu untuk akal

c.       Waktu untuk rumah

d.      Waktu untuk masyarakat

3.  3. Melakukan aktifitas yang mendukung profesional kerja (itqanul amal)

Guna menggali potensi kita perlu  melatihnya secara mandiri (autodidak), pelatihan, kursus, magang, dll.

 



Muslimah rahim peradaban. Semoga kelak kita mampu menghasilkan dan membimbing generasi terbaik. 






Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika ada masukan dan saran, silakan disampaikan! Terima kasih telah berkunjung.

 

Kamis, 26 November 2020

Bukan Hanya Mereka

 Beberapa waktu yang lalu adalah moment spesial di mana seluruh lembaga pendidikan merayakan Hari Guru secara virtual ataupun langsung. Perayaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 



Guru menurut KBBI adalah orang yang pekerjaannya (mata percariannya, profesinya) mengajar. Selain itu, menurut Dri Atmaka (2004) pendidik adalah orang yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada siswa dalam pengembangan baik fisik dan spiritual. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, guru adalah seorang pendidik yang  mengajarkan kepada peserta didik untuk menstransfer ilmu, dan mengembangkan spiritualnya.

Namun, sejatinya seorang guru bukan hanya mereka yang mengajar di bangku-bangku sekolah. Menurut saya guru adalah mereka yang mengajarkan dan mengenalkan kebaikan bagi orang-orang yang ditemuinya. Seorang siswa bisa menjadi guru bagi orangtua, keluarga, bahkan gurunya. Begitu pula sebaliknya. Selagi mereka yang berusia tua ataupun muda mengingatkan kebaikan. Mereka adalah guru. 



Semangat menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan untuk ummat. 

Selamat Hari Guru 2020





Rabu, 22 April 2020

Ikrar dan Motivasi Menulis bersama Kang Tendi Murti KMO Indonesia


Ikrar dan Motivasi Menulis bersama Kang Tendi Murti KMO Indonesia




Salam literasi.
Buat sejarahmu sendiri.
Literasi anak bangsa.
Duniakan ceritamu.
Teman-teman, saya sedikit mau berbagi pasca materi yang dibawa oleh Kang Tendi Murti (Founder KMO). Beliau mengisi materi tentang Ikrar dan Motivasi Menulis. Sekilas bagi saya materi ini sudah tidak asing lagi. Kenapa? Hal ini dikarenakan sebelumnya saya pernah ikut KMO Batch 12. Tapi lupa ntah saat memasuki tugas ke berapa, saya tidak konsisten menulis setiap hari. Akhirnya poin hangus. Rasanya sayang banget. Seperti rasa sayang aku ke kamu. Kamu..kamu para penggiat literasi.
Di akun Facebook terus berseliweran informasi pendaftaran KMO batch-batch selanjutnya. Ingin hati untuk kembali ikut. Tapi selalu ada bisikan kecil. “Apa bisa konsisten?” Pikiran itulah yang membatalkan untuk ikut gabung lagi. Setelah beberapa bulan purnama, dan sekarang sudah memasuki KMO batch 23. Pendaftaran batch per April akhirnya saya memutuskan untuk bergabung kembali. Bergabung bukan karena yakin saya sudah bisa konsisten, tapi mencoba untuk belajar konsisten. Belajar, berlatih, dan konsisten untuk nulis lagi. Semoga saja bisa menuntaskan proyek ini. Kita saling menyemangati ya rek.
Saya lupa siapa yang mengatakan. Intinya adalah jika kamu ingin expert dibidang tertentu, jangan pernah berhenti latihan lebih dari tiga hari. Nah loh. Jari-jemari saya uda berminggu-minggu, atau berbulan-bulan malahan. Alhamdulillah, kemaren baru latihan nulis lagi. Tapi masih tahap editing. Tunggu rilisnya ya. 
Bissmillah, semoga dengan kembali lagi bergabung belajar di KMO Indonesia bisa menjadikan diri lebih semangat untuk menulis. Saya bisa rutin menyapa teman-teman semua lewat tulisan. Serta semoga tulisan saya memberikan manfaat untuk para pembaca semua.
Teman-teman, seperti yang saya sampaikan sebelumnya hari ini saya mau sedikit sharing materi pertama tentang Ikrar dan Motivasi Menulis. Apa aja isi materinya?
  1.  Buku yang ditulis sisipkan sebuah CINTA, KEYAKINAN, dan KEINGINAN semoga yang membaca buku merasakan manfaatnya.
  2. Semua karena cinta. Cinta pada kebaikan agar tersebar luas, cinta karena manfaat yang bisa digali pembacanya.
  3. Hal atau elemen penting dalam menulis adalah kita harus punya cita-cita, rencana-rencana, keinginan-keinginan, dan motivasi yang juga besar.
  4. Menulis berarti penulis sedang berusaha mengubah pola pikir yang membaca.
  5. Kenapa perlu menulis? Karena sudah waktunya untuk membuat sebuah perbaikan. Terlalu banyak buku yang merusak pembaca, tapi kita sebagai penulis terlalu sibuk dengan berpikir bahwa menulis itu bikin kaya.
  6. Menulis bukan fokus pada keuntungan materi, tapi fokus pada kebermanfaatan karya untuk memperbaiki keadaan. Jika kamu mengalami kendala maka yakinlah, Insya Allah Allah SWT akan membantumu. Luruskan niat.
  7. Kegundahan Kang Tendi Murti saat ini yakni betapa mahal kebenaran, betapa mahal kebaikan, dan betapa mahal perbaikan.
  8. Kalau dilihat kondisi kita yang saat ini, berita yang beredar, dan sikap masyarakat saat ini sungguh ironis. Contoh: seorang guru dikeroyok murid dan meninggal. Kemudian, anak SMP bunuh anak kecil pasca menonton film. Kondisi seperti ini perlu diluruskan dan diperbaiki.
  9. Saya secara pribadi membenarkan kejadian tersebut, namun prestasi dan karya anak negeri juga ada perlu kita apresiasi bersama. Tugas kita adalah apresiasi dan perbaki.
  10. Ikrarkan diri menjadi penulis untuk sebuah alasan agung dan alasan kebaikan. Kawan, mari kita buang dan jauhkan dari pikiran bahwa menulis untuk sebuah alasan ketenaran-terkenal, gaya, disanjung, maupun kaya.
  11. Sebuah buku akan berpengaruh kepada pembaca. Beberapa buku yang turut  menggeser peradaban diantaranya: a. Das Kapital (Karl Mark). Dunia berubah gara-gara tsb (terlepas apakah buku tersebut merusak atau tidak). b. The Origin of Species (Charles Darwin). Buku ini berhasil membunuh banyak kulit hitam gara-gara teori evolusinya. c.Canon of Medicine (Ibnu Sina). Buku ini hingga sekarang menjadi pegangan kedokteran dunia. d.Di Bawah Bendera Revolusi (Ir. Sukarno).Indonesia. e.Bidadari untuk Dewa (Asma Nadia). Komtemporer.
  12. Sebuah buku mampu mengubah dunia.
  13. Temukan alasan Anda untuk menulis. Tapi, pastikan alasan yang Anda buat adalah alasan yang paling kuat diantara yang kuat.
  14.  Beberapa alasan kenapa harus menulis:
  • Menulis berarti membagi ilmu dengan orang lain
  • Menulis berarti meninggalkan jejak untuk orang yang dicintai
  • Menulis menjadikan hidup lebih semangat
  • Menulis mampu menghimpun pahala
  • Menulis membuat lebih percaya diri
  • Menulis mampu menyembuhkan dan menghambat penyakit
  • Menulis untuk menuangkan ide yang unik
  • Menulis untuk memperbaiki keadaan
  • Menulis adalah belajar
  • Menulis membuat lebih kreatif
  • Menulis adalah menuangkan impian.



Sekarang silahkan teman-teman temukan apa alasan teman-teman untuk menulis. Saya ingatkan kembali semoga kebaikan, kebermanfaatan, dan perbaikan merupakan bagian dari alasan teman-teman
Orang yang terlihat kuat perlu dikuatkan. Orang yang semangat perlu disemangati. Kita bisa sama-sama saling menguatkan dan menyemangati. Semangat menulis semua.
Terakhir Kang Tendi mengajak untuk memantik  asa dan menuliskan tentang ikrar peristiwa. Teman-teman juga bisa buat ikrar peristiwa. Berikut adalah ikrar peristiwa saya. Mohon doanya ya.Terima kasih.




Sabtu, 24 Agustus 2019

Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Selamat ulang tahun NKRI ❣️
74 tahun lalu yang lalu negeri ini merdeka.
Baca juga tentang Panggung Merah-Putih
https://senja-pelangii.blogspot.com/2019/08/panggung-merah-putih-selamat-datang.html

Para pejuang, rakyat, dan mereka semua berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Menghapuskan penindasan dari para penjajah.

Kini saatnya generasi muda; generasi millineal melanjut estafet perjuangan. Melanjutkan estafet kebaikan. Mengisi kemerdekaan dengan hal positif, serta menebar kebermanfaat untuk ummat.

Kelak ke-💯 tahun kemerdekaan Indonesia beberapa hal diharapkan terwujud. Sahabat SEP akan menyampaikan tiga sumber terkait harapan dan perwujudan 100 tahun NKRI mendatang; 2045.

Pertama, Dilansir dalam M.Bisnis.com (2017) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro meminta mahasiswa mewujudkan harapan dan cita-cita 100 Tahun Indonesia Merdeka pada 2045. "Kuliah harus seimbang, serius tapi buatlah menyenangkan. Jangan memilih-milih mata kuliah karena setiap mata kuliah pasti bermanfaat," kata Bambang yang juga alumni dan Guru Besar UI di hadapan mahasiswa baru.
Pak Bambang juga mengungkapkan bahwa pada 2045 atau saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan, Indonesia sudah naik kelas menjadi negara maju. Para mahasiswa akan berusia sekitar 40 tahun yang berarti memasuki usia emas atau produktif. IQ atau kecerdasan intelektual sangat penting, tapi EQ atau kecerdasan emosional juga sama pentingnya. Idealnya, kecerdasan IQ dan EQ harus seimbang. Selanjutnya,  menumbuhkan rasa ingin tahu dan eksploratif, meskipun sudah selesai belajar. Belajar bisa kapan saja, di mana saja, dan dari siapa saja.

Kedua, dikutip dari kemenperin.go.id (2019) Indonesia berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dunia ke depannya, yang salah satunya ditopang melalui kinerja gemilang dari industri nasional. Peluang besar tersebut, juga didukung dengan adanya masa emas, yaitu bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2020-2030.
"Sehingga nanti pada 100 tahun Indonesia merdeka tahun 2045, Insya Allah Indonesia akan masuk lima negara ekonomi terbesar di dunia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (9/4). Bahkan berdasarkan hasil riset PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu penyedia jasa auditor besar di dunia, posisi perekonomian Indonesia di peringkat ke-5 dunia diprediksi lebih cepat pada tahun 2030 dengan estimasi nilai Produk Domestik Bruto (PDB) USD5,424 miliar.

Ketiga, dikutip dari www.kemdikbud.go.id (2019)  pendidikan karakter yang digaungkan saat peluncuran Kurikulum 2013, tidak berdiri sendiri. Ada rumus tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ASK (Attitude, Skills, and Knowledge). Diharapkan,  tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia setidaknya memiliki tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan.
Bapak M. Nuh memberikan paparannya yang berjudul Penguatan Kompetensi-Karakter: Kegiatan Tiada Henti dalam Menyiapkan Generasi 2045". Ia menekankan penting kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Saat ini zaman berubah dengan cepat, terutama dalam hal teknologi informasi. "Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013," katanya.
Lanjut Bapak M. Nuh, disimpulkan bahwa kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. Karakter saja tidak cukup. "Lalu muncul rumus ASK, yaitu Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai 'and' atau 'dan', jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai 'or' atau 'atau' yang membolehkan salah satu saja," katanya. Terkait ASK, ia pun memaparkan tiga elemen  pendidikan abad 21, yakni how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge).

Berdasarkan ketiga pemaparan ahli di atas maka dapat ditarik kesimpulan yakni
1. Indonesia menjadi negara maju dan masuk 5 besar ekonomi dunia.
2. IQ dan EQ harus seimbang. Saya menambahkan SQ juga turut berperan penting. Kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga harus ditingkatkan dan seimbang.
3. Menumbuhkan rasa ingin tahu, dan senantiasa belajar (di mana, kapan, dan siapapun)
4. Kinerja gemilang dari industri nasional
5. Generasi emas ASK (Attitude, Skill, and Knowledge). Tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan.
6. Mampu bertahan terhadap segala perubahan dan menciptakan kreasi baru.

Peryataan di atas merupakan sebagian kecil. Silahkan teman-teman tambah di kolom komentar untuk melengkapi harapan dan impian di 100 tahun kemerdekaan RI.
Terimakasih. Semoga bermanfaat.
#kolaborasi
#SDM Unggul, Indonesia Maju
#Muda Berkarya

Sumber
M.Bisnis.com
kemenperin.go.id
 www.kemdikbud.go.id

Kamis, 28 Maret 2019

Pergi Sejenak Lalu Kembali


belajardariombak
Sahabat, mungkin kamu pernah bahkan sering untuk mengunjungi pantai. Ntah untuk sekedar bertemu dengan ombak, menghilangkan penat, menunggu sunset tiba, bertafakur dengan alam, atau bahkan berkumpul menghabiskan waktu dengan keluarga maupun teman.
Butiran pasir yang terbentang, ombak yang setiap waktu datang berlari menuju daratan, semilir angin yang menyejukan, serta masih banyak pemandangan lain yang bisa dinikmati. Namun ingat ya, tetap jaga pandangan. (note: jaga pandangan; dikhawatirkan ada pemandangan yang tidak mengenakan. hehe). Bagaimana sahabat sungguh indahkan pemandangan di pantai?
Panorama alam yang terbentang, termasuk pantai begitu indah. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Kali ini kita akan belajar dari ombak. Mereka pergi sejenak lalu kembali. Namun, kepergiannya memberikan hal  yang sangat berarti untuk pelajari.
Hal apa saja yang bisa kita pelajari? Sahabat senja-pelangii ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari ombak. Pertama, perjuangan. Ombak terus berjuang untuk tiba di pantai. Menyentuh dan menyapa semua yang ada di pantai. Sekuat tenaga ia berlari untuk tiba di pantai. Kedua, keikhlasan. Ombak tidak peduli anggapan orang lain tentangnya. Baik respon positif maupun respon negatif. Baik yang menyukai, maupun membenci ombak. Jika itu benar, maka lakukanlah dengan ikhlas Ketiga, istiqomah. Lakukan semua dengan konsisten. Seperti ombak yang bergulung setiap saat tanpa pernah berhenti.
Sahabat, itu yang dapat dipelajari dari alam. Sahabat senja-pelangii bisa menambahkan dikomentar jika ada hikmah lain yang bisa dipetik dari Sang Ombak.
Sahabat senja-pelangii mari yuk sama-sama amati dan pelajari dari sekitar kita. Semoga bermanfaat.