Selasa, 06 Agustus 2019

BUNGA TERSEMBUNYI

Awal pertemuan ku dengan dia adalah sejak liburan di Taman Cadika. Sebuah taman yang berada tepat di sekitar rumah paman. Hampir setiap saat paman mengajak untuk berkunjung. 

Bagiku bermain di alam terbuka adalah hal yang cukup menyenangkan. Kegiatan tersebut bisa menghilangkan penat rutinitas, serta menyegarkan kembali energi-energi positif . Aku juga menyarankan agar teman-teman sering untuk bermain di taman hijau; arena wisata alam. Mari tutup laptop sejenak. Singkirkan semua tumpukan berkas, serta amati mereka yang disekitar kita.

Langkah demi langkah. Menelusuri jalanan. Ku melihat dia yang mengayuh sepeda membawa tumpukan sampah. "Bismillahirrahmanirrahim". Ucapnya sebelum menumpahkan sampah-sampah itu ke dalam bak sampah miliknya. Lantunan tasbih juga membasahi gerak bibirnya. 

Masya Allah. Diri ini begitu takjub. Allah begitu sayang hingga ia mempertemukan dengan mereka yang senantiasa mengingat kepadaNya. Pekerjaan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Mengkufuri nikmat yang telah diberi. Barangkali diri ini selalu beralasan untuk mengatakan bahwa Tuhan kami sedang sibuk. Astagfirullah.

Perjalanan kami pulang, kudapati lelaki paruh baya yang membaca Al-Quran sambil menunggu dagangannya. 

Pertemuanku dengan dia bukanlah tanpa makna. Bukan sebuah hal yang kebetulan. Allah ingin kembali mengingatkan dan mengajarkan. Mereka yang tersebar di bumi senantiasa memperkuat perisai langit. Lalu bagaimana dengan diri ini?

Perisai-perisai yang mampu mengetuk pintu langit. 
Ibarat sebuah bunga, bermekaran menarik mata untuk memandang. Kumbang-kumbang pula turut menari diantara bunga yang sedang mekar.

Proses mereka untuk memperkuat perisai langit memang tak mudah. Butuh sebuah ketekunan, keikhlasan, perjuangan, dan bahkan kesabaran. 
Begitu pulau dengan tanaman. Mereka tidak serta Merta berbunga, dan bermekaran. Banyak proses yang telah dilalui. Banyak hal yang telah dikorbankan. 

"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". (QS. An-Nahl:97)

So, tetaplah beramal shaleh. Dimanapun dan kapanpun. Barangsiapa beramal shaleh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik di dunia dan Allah akan balas dengan yang jauh lebih baik dari amal Sholeh ya kelak di akhirat. 

Mari bersama, terus berjalan. Menelusuri perjalanan kehidupan yang telah Allah beri. Semoga kita tidak hanya dipertemukan di taman dunia. Namun, kita kelak dipertemukan di taman syurga Allah. Aamiin.

Bunga tersembunyi. Teruslah bermekaran. Kusuma nan indah. 

https://youtu.be/2kR0auMkzJE

34 komentar:

  1. Menjadi bunga yang cantik dan semerbak pasti butuh proses panjang. Begitupun dengan kita. Orang yang senantiasa beramal shaleh pasti banyak ujian, semoga Allah kuatkan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Insya Allah, semoga Allah kuatkan kita

      Hapus
  2. Semoga kita dimampukan untuk terus beebuat baik. Aamiin

    BalasHapus
  3. kayak arti nama awak, bapak buat nama yang ada makna bunganya artinya terselip doa agar awak jadi harum seperti bunga tersebut. susah memang, tapi bukan gak mungkin yakan. semoga bisa terwujud makna dibalik nama awak dan seperti tulisan kk ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah. Iya kak. Ortu kita memberikan nama yang terbaik. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi terbaik. Tulisan awak saya mengangkat dari mereka. Orang disekitar. Kita sama-sama belajar ya kak.

      Hapus
  4. Kadang diri ini terlalu sibuk untuk melihat "kekurangan duniawi"
    Padahal lebih sengsara kalo kekurangan bekal akhirat.

    Terimakasih reminder manis ini kak wen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih sengsara kalau kekurangan bekal akhirat. 😌

      Iya kak. Kita sama-sama belajar. Allah hadir kan mereka untuk kembali mengingatkan kita. Masya Allah. Alhamdulillah.

      Hapus
  5. awalnya kurang paham maksudnya, kok bunga, trus kok ada orang-orang. eh setelah baca sampe dua kali barulah saya memahami maksudnya. moga kita jadi bunga tersembunyi juga ya, mengetuk pintu langit.

    BalasHapus
  6. Iya kak. Hehe. Masya Allah. Dua jempol deh buat kakak. Rela baca dua kali buat memahami maknanya.

    Kalau tulisan ayahanda Habiburrahman perlu baca dua kali juga gak kak? 🙊

    Aamiin. Insya Allah, kak.

    BalasHapus
  7. Keep istiqamah, inshaallah lebih dr bunga❤

    BalasHapus
  8. Aaamiin ya Allah..
    Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beramal saleh, Aaminn YRA

    BalasHapus
  9. Wahai bunga, tetaplah mewangi di jingga. Hingga harummu menembus Mega

    Jadi auto bersyair,hihi hi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah

      Iya bunda. Mantap dah. Biarlah ia memuntahkan syair-syair itu. Sebentar lagi Dunia sajak akan bergetar. ✨🤗

      Hapus
  10. Suka berasa tertampar ya mbak liat orang-orang yang bibirnya nggak pernah kering dari lantunan kalam Allah. Ngapain aja aku selama ini??? Makasi udah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Bener mbak.
      Pernah juga hampir buruk sangka dengan orang lain kok pegang hp aja. Dia Hening,semua pada ribut.

      Ternyata Masya Allah. Lagi baca Al-Quran.

      Hapus
  11. Dalam ya perenungannya... Perlu memang bertafakkur memaknai ayat² kauniyah di muka bumi ini. Biasanya setelahnya hidup lebih bercahaya. Insyaallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Mengamati disekitar bisa salah satu alternatif untuk senantiasa bersyukur dan belajar.
      Insya Allah, aamiin.

      Hapus
  12. Masyaallah pertemuan yang menggetarkan, saya selalu iri melihat mereka yang selalu dekat dengan lantunan kalam allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak.
      Iri juga liat mereka yang memanfaatkan waktu menunggu dan sela kepadatan aktivitas untuk membaca Al-Quran.
      Bagaimana dengan saya?
      MasyaAllah.Begitu indah cara Allah untuk mengingatkan kembali kepadaNya

      Hapus
  13. Puitis sekali tiap kata..awak pun bacanya jadi berulang-ulang., udah lama ga baca kalimat puitis seperti ini..

    BalasHapus
  14. Pecinta tanaman ya mbak? Aku suka mengamati tumbuhan juga. Bagiku, keindahan bunga bisa melukiskan keindahan penciptanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitu deh. Hehe
      Awak suka juga mengamati sekitar yang menurut Saya menarik dan inspiratif.

      Hapus
  15. Iqra luas maknanya,
    Allah memerintahkan kita untuk membaca apa saja sekitar kita,
    Era digital ini kita merasa hanya lihat gawai kita udah tahu apapun yang ada pada seluk beluk dunia dan melupakan bahwa sekitar kita masih banyak yang memberi inspirasi dan mengingat kan kita pada Nya...
    Panggi kakak di Syurga ya Wen kalau gak Nemu kakak, bilang kalau kita pernah saling mengingatkan di dunia inii 💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Begitulah pesan cinta Sang Rab.
      Masya Allah. Insya Allah kak. Begitu pula dengan kakak ya.
      Kita saling merangkul dan melangkah ke JannahNya bersama. 💞

      Hapus
  16. MasyaAllah. Semoga kita semua bisa istiqamah terus dalam kebaikan ya kaak..

    BalasHapus
  17. Makjleb langsung kak,jadi mawas diri semoga selalu bisa berbuat baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah. Insya Allah. Kita sama-sama belajar serta senantiasa untuk mawas diri dan berbuat baik kak.

      Hapus