Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Maret 2020

DEFINISI PUISI DAN UNSUR-UNSUR PUISI




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bagaimana kabar kalian hari ini? Masih tetap #dirumahaja #belajardarirumah ya kan?
Pembelajaran Bahasa Indonesia kali ini akan berisi mengenai puisi dan unsur-unsur puisi. Selamat membaca. Selamat belajar.

       A.     Hakikat Puisi
Secara etimologi, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani poeima ‘membuat’ atau poeisis ‘pembuatan’, dan dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry. Aminuddin (2010:134) puisi diartikan “membuat” dan “pembuatan” karena lewat puisi pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.
Pradopo (2012:6) puisi adalah kata-kata terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya, dan sebagainya.
Waluto (2005:1) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).
Slametmuljana (dalam Diah E. Sari, dkk, 2016:1) puisi adalah bentuk kesusastraan yang menggunakaan pengulangan suara sebagai ciri khasnya. Pengulangan kata itu menghasilkan rima, ritma, dan musikalitas.
Berdasarkan pendapat ahli di atas disimpulkan, puisi adalah suatu karya sastra menggunakan kata-kata indah, kaya makna, serta berisi ekspresi penyair. Keindahan puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama.
      B.     Unsur-unsur Puisi
Sebuah puisi tentu ada unsur yang membangunnya.
Menurut Djojosuroto (2004:35) bahwa struktur fiksi dan batin puisi sebagai berikut:
1.      Struktur Fisik
a)    Perwajahan puisi (tipografi) yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan puisi.
b)   Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkn. Pemilihan kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
c)    Imaji dalam puisi merupakan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji terbagi tiga yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Melalui imaji, pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa ynag dialami penyair.
d)   Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan dan lambang.
e)    Bahasa figuratif yaitu bahasa kiasan yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapun macam-macam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
f)     Versifikasi menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.
2.      Struktur batin
a)    Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
b)   Rasa (feeling), sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan menyikapi suatu masalh bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang dibentuk oleh latar belakang psikologis dan sosiologis.
c)    Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dan lain-lain.
d)   Amanat/ tujuan/ maksud (intention), sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisi.
Unsur-unsur puisi menurut Diah E. Sari, dkk (2016:4) terdiri dari unsur fisik dan unsur batin. Adapun unsur-unsurnya sebagai berikut:
1.      Unsur Fisik
a)      Diksi (Pemilihan Kata)
Pemilihan dan menentukan kata-kata, seorang penyair memiliki perbendaharaan yang khas, mempertimbangkan urutan kata dan daya sugesti kata-kata. Perbendaraan kata penyair sangat penting untuk kekuatan ekspresi puisinya. Selain itu juga akan menunjukkan ciri khas penyair.
b)      Pengimajian
Herman J. Waluyo (dalam Diah E. Sari, dkk, 2016:5) membatasi pengimajian yakni kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan (imaji visual), pendengaran (imaji auditif), dan perasaan (imaji taktil). Pengimajian ditandai menggunakan kata yang konkret dan khas.
c)      Kata Konkret
Usaha untuk membangkitkan imajinasi pembaca adalah dengan penggunaan memaksimalkan kata-kata konkret. Penggunaan kata konkret yang tepat, maka pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan apa yang dilukiskan oleh penyair.
d)      Bahasa Figuratif (Majas)
Bahasa figuratif adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara tidak biasa, yakni secara tidak langsung. Kata atau bahasanya bermakna kias atau lambang.
e)      Verifikasi (Rima, Ritma, Metrum)
Bunyi dalam puisi menghasilkan rima dan ritma. Rima adalah pengulangan bunyi puisi. Pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalitas atau orkestrasi.
f)        Tata wajah (Tipografi)
Tipografi adalah pembeda  yang penting antara puisi dengan prosa dan drama. Atar Semi (1993:35) mengatakan bahwa tipografi dalam sebuah puisi merupakan tatanan larik, bait, kalimat, frase, kata, dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa, dan suasana.
2.      Unsur Batin
a)      Tema
Tema merupakan gagasan pokok yang diungkapkan penyair.
b)       Perasaan Penyair (Feeling)
Setiap penyair akan berbeda-beda menghasilkan suatu puisi, meskipun dengan tema yang sama. Oleh karena itu, suasana atau perasaan penyair tersebutlah yang mempengaruhinya.
c)      Nada (Sikap Penyair)
Nada merupakan sikap penyair terhadap pembaca. Sikap tersebut dapat berupa menggurui, menasehati, mengejek, menyindir, atau bersikap lugas hanya menceritakan.
Kalau nada adalah sikap penyair terhadap pembaca, maka suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi tersebut.
d)      Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penyair. Amanat dalam puisi biasanya tersirat di balik kata-kata yang disusun dan juga berada di balik tema yang diungkapkan.  .

DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 2010. Pengantar Apresiasi Karya Satra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Diah E. Sari, dkk. 2016. Bahan Ajar Kajian Puisi.Medan: Universitas Negeri Medan.
Djojosuroto, dkk. 2000. Dasar-dasar Teori Apresiasi Prosa Fiksi. Jakarta: Manasco.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2002. Kritik Satra Modern. Yogyakarta: Gama Media
____________________. 2012. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.




Sabtu, 25 Januari 2020

HR. Muslim dari Abu Hurairah


“Telah tertulis  atas  anak Adam  nasibnya  dari zina.  Akan bertemu  dalam  hidupnya,  tidak bisa  tidak. 
Maka kedua mata,  zinannya  adalah memandang 
Kedua  telinga,  zinanya  berupa  menyimak/ mendengarkan.
 Lisan,  zinanya  adalah  berkata. 
Tangan,  zinanya  adalah menyentuh.
 Kaki, zinanya  adalah berjalan. 
Dan  zinanya  hati  adalah  ingin/ angan-angan.
 Maka  akan  dibenarkanlah  hal  ini  oleh  kemaluan,  atau  didustakannya.”

(HR. Muslim dari  Abu  Hurairah)

x

Sabtu, 24 Agustus 2019

Apa Kata Mereka untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka?

Selamat ulang tahun NKRI ❣️
74 tahun lalu yang lalu negeri ini merdeka.
Baca juga tentang Panggung Merah-Putih
https://senja-pelangii.blogspot.com/2019/08/panggung-merah-putih-selamat-datang.html

Para pejuang, rakyat, dan mereka semua berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Menghapuskan penindasan dari para penjajah.

Kini saatnya generasi muda; generasi millineal melanjut estafet perjuangan. Melanjutkan estafet kebaikan. Mengisi kemerdekaan dengan hal positif, serta menebar kebermanfaat untuk ummat.

Kelak ke-💯 tahun kemerdekaan Indonesia beberapa hal diharapkan terwujud. Sahabat SEP akan menyampaikan tiga sumber terkait harapan dan perwujudan 100 tahun NKRI mendatang; 2045.

Pertama, Dilansir dalam M.Bisnis.com (2017) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro meminta mahasiswa mewujudkan harapan dan cita-cita 100 Tahun Indonesia Merdeka pada 2045. "Kuliah harus seimbang, serius tapi buatlah menyenangkan. Jangan memilih-milih mata kuliah karena setiap mata kuliah pasti bermanfaat," kata Bambang yang juga alumni dan Guru Besar UI di hadapan mahasiswa baru.
Pak Bambang juga mengungkapkan bahwa pada 2045 atau saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan, Indonesia sudah naik kelas menjadi negara maju. Para mahasiswa akan berusia sekitar 40 tahun yang berarti memasuki usia emas atau produktif. IQ atau kecerdasan intelektual sangat penting, tapi EQ atau kecerdasan emosional juga sama pentingnya. Idealnya, kecerdasan IQ dan EQ harus seimbang. Selanjutnya,  menumbuhkan rasa ingin tahu dan eksploratif, meskipun sudah selesai belajar. Belajar bisa kapan saja, di mana saja, dan dari siapa saja.

Kedua, dikutip dari kemenperin.go.id (2019) Indonesia berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dunia ke depannya, yang salah satunya ditopang melalui kinerja gemilang dari industri nasional. Peluang besar tersebut, juga didukung dengan adanya masa emas, yaitu bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2020-2030.
"Sehingga nanti pada 100 tahun Indonesia merdeka tahun 2045, Insya Allah Indonesia akan masuk lima negara ekonomi terbesar di dunia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (9/4). Bahkan berdasarkan hasil riset PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu penyedia jasa auditor besar di dunia, posisi perekonomian Indonesia di peringkat ke-5 dunia diprediksi lebih cepat pada tahun 2030 dengan estimasi nilai Produk Domestik Bruto (PDB) USD5,424 miliar.

Ketiga, dikutip dari www.kemdikbud.go.id (2019)  pendidikan karakter yang digaungkan saat peluncuran Kurikulum 2013, tidak berdiri sendiri. Ada rumus tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ASK (Attitude, Skills, and Knowledge). Diharapkan,  tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia setidaknya memiliki tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan.
Bapak M. Nuh memberikan paparannya yang berjudul Penguatan Kompetensi-Karakter: Kegiatan Tiada Henti dalam Menyiapkan Generasi 2045". Ia menekankan penting kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Saat ini zaman berubah dengan cepat, terutama dalam hal teknologi informasi. "Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013," katanya.
Lanjut Bapak M. Nuh, disimpulkan bahwa kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. Karakter saja tidak cukup. "Lalu muncul rumus ASK, yaitu Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai 'and' atau 'dan', jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai 'or' atau 'atau' yang membolehkan salah satu saja," katanya. Terkait ASK, ia pun memaparkan tiga elemen  pendidikan abad 21, yakni how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge).

Berdasarkan ketiga pemaparan ahli di atas maka dapat ditarik kesimpulan yakni
1. Indonesia menjadi negara maju dan masuk 5 besar ekonomi dunia.
2. IQ dan EQ harus seimbang. Saya menambahkan SQ juga turut berperan penting. Kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga harus ditingkatkan dan seimbang.
3. Menumbuhkan rasa ingin tahu, dan senantiasa belajar (di mana, kapan, dan siapapun)
4. Kinerja gemilang dari industri nasional
5. Generasi emas ASK (Attitude, Skill, and Knowledge). Tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan.
6. Mampu bertahan terhadap segala perubahan dan menciptakan kreasi baru.

Peryataan di atas merupakan sebagian kecil. Silahkan teman-teman tambah di kolom komentar untuk melengkapi harapan dan impian di 100 tahun kemerdekaan RI.
Terimakasih. Semoga bermanfaat.
#kolaborasi
#SDM Unggul, Indonesia Maju
#Muda Berkarya

Sumber
M.Bisnis.com
kemenperin.go.id
 www.kemdikbud.go.id

Rabu, 21 Agustus 2019

Mengulik Wisata Medan; Taman Wisata Danau Siombak


Hai, terimakasih telah berkunjung. Tulisan kali ini kita akan mengulas tentang salah satu lokasi wisata Medan. Saya kasih kata kuncinya ya. Kata kunci pertama, danau tersebut bekas galian untuk pembuatan tol sekitar tahun 1980-an. Kata kunci kedua, lokasi tersebut terletak di Medan Marelan. Gimana sudah bisa tebak lokasi yang dimaksud?

Saya kasih waktu satu menit ya.
Satu...dua...tiga... Tiitt. Waktu habis.
Jawabannya adalah Taman Wisata Danau Siombak. Bagaimana benarkah jawabannya? Buat yang jawab bener, T.O.P deh buat kamu. Buat yang salah, buruan deh; buruan main. Hehe


Kenapa pilih liburan di Taman Wisata Danau Siombak?

Taman Wisata Danau Siombak adalah salah satu destinasi wisata Medan. Lokasi wisata yang berada di Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Lokasi yang tidak sulit untuk dikunjungi. Terlebih teknologi yang semakin canggih. Sahabat SEP dapat menemukan lokasi di maps.

Selain itu, perlu diketahui juga tiket masuk ke lokasi ini ramah dan bersahabat dengan kantong. Apalagi  jika dompet sudah mulai menjerit. Pengunjung TWDS hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 10.000, kemudian akan mendapatkan softdrink + bebas parkir.

Tempat wisata Medan yang satu ini menyuguhkan panorama yang indah. Pengunjung akan menemukan hamparan tambak saat mendekati lokasi wisata. Selanjutnya,memasuki pintu masuk akan disambut Danau Siombak yang terbentang.



Fasilitas yang Tersedia?

 


Taman Wisata Danau Siombak menyediakan beragam fasilitas seperti aula, spot foto, wahana bermain, kantin, taman hutan mangrove, dan fasilitas umum. Mari kita akan bahas satu per satu ya.
1. Aula dan Live Musik
Pihak pengelola menyediakan aula yang dapat digunakan pengunjung untuk acara arisan, ulang tahun, gathering, dll. Syarat dan ketentuan berlaku ya. Minimal 40 orang, dikenakan tarif Rp 35.000/orang. *Sudah termasuk tiket masuk, nasi kotak + minuman dingin, sound system, dan keyboard gratis.   Aula yang tersedia saat ini masih satu. Namun, pihak pengelola sedang tahap pembuatan aula kedua di lokasi taman hutan manggrove. Hemm.. kebayang deh gimana serunya rapat dan acara di aula taman hutan manggrove. Huhu.. jadi pengen segera mencoba. Bagaimana dengan kamu?
2. Spot Foto
Pengunjung akan menemukan banyak spot foto yang menarik. Termasuk juga lokasi untuk prewedding dikenakan tarif Rp 50.000 *dapat makan dan minum. Menurut aku sih daripada foto berdua yang belum halal dan sah. Lebih baik fotoan saat wedding aja ya. Apalagi ngadain resepsi di sana; acara outdoor. Oce banget dah. Sekalian kalian juga bisa liat matahari terbenam. Hem... Masya Allah.
3. Wahana Bermain
Bermain bersama teman, keluarga, dan anak adalah hal yang mengasyikkan. TWDS menyediakan aneka wahana permainan seperti, kolam renang anak (tarif Rp 5.000, dan hanya beroperasi hari Ahad), kapal (tarif Rp 10.000/orang) untuk menelusuri Danau Siombak dan merasakan semilir angin.
4. Cafe'n Resto
Sahabat SEP enggak perlu bingung jika lapar melanda bekal makanan habis, atau pun gak mau ribet-ribet bawa makanan. TWDS menyediakan kantin dengan aneka menu yang tersedia. Pengunjung bisa memesan makanan di kantin yang terletak di sisi kanan.
5.  Hutan Mangrove
Taman hutan manggrove terletak di sisi sebelah kiri.  Tempat ini angin berhembus sepoi-sepoi dan juga dikelilingi pepohonan manggrove. Lokasi ini pas banget buat nyantai.
6. Pondok Keluarga
Mau nongkrong di hutan Mangrove, atau lesehan di pondok keluarga? Boleh banget. Kalian silahkan tinggal pilih lokasi untuk ngumpul bersama. TWDS menyediakan pondok buat keluarga. Liburan bersama keluarga, dan orang tercinta akan jadi lebih mengasyikkan.
7. Fasilitas Umum
Fasilitas umum yang dimaksud kamar kecil dan mushalla. Fasilitas yang paling ramai digunakan para pengunjung. Fasilitas ini sudah memadai, namun pihak pengelola perlu memperhatikannya lagi.

Oke, teman-teman.  Akhir pekan dan liburan kali ini mari  berkunjung ke Danau Siombak ya. Mau pesan buat acara? Kalian juga bisa hubungi salah satu pengelola Bang Reza 0813 6016 5210.



Mau liat video TWDS. Klik link berikut https://youtu.be/BIHcQoLdovA

Selamat berlibur dan semoga liburannya menyenangkan.

Ditunggu juga kritik dan saran untuk perbaikan tulisan kedepannya. Terimakasih.






Sabtu, 17 Agustus 2019

Panggung Merah-Putih


Selamat datang Agustus. Perjalananmu kini hampir usai.
Aroma merah putih mulai terasa, semakin jelas terlihat, dan sudah terlihat. Apalagi puncak acaranya adalah hari ini.  Yup, 17 Agustus adalah puncak perayaan.

Bagaimana perayaan di tempat kalian? Oh iya, Apakah kamu tahu ketentuan bendera merah-putih? Saya lampirkan ketentuan penggunaan bendera Sang Saka ya.



Bukan Sekedar Panggung Merah-Putih




Instansi pemerintah, swasta, sekolah, perkantoran, dll telah mempersiapkan menghias dengan ornamen merah putih. Penyedia ornamen, dan bahkan mereka yang membuka lapak di kaki lima juga kebanjiran orderan.

Hari ini baik organisasi, komunitas, instansi pemerintah-swasta, dll turut meramaikan perayaan 17-an.
Semua bernuansa merah-putih.

Apa arti merah-putih?
Bagaimana memaknai sebuah pengorbanan dan kemerdekaan?

Ornamen dan semua hal saat 17-an diharapkan bukan hanya panggung Merah-Putih. Bukan sekedar prevalensi semata. Namun, diharapkan bagaimana kecintaan akan NKRI bersemi yang ditunjukkan dengan ucapan dan perbuatan kita sebagai bangsa Indonesia. Terlebih diri sendiri.
Bambu-bambu runcing yang mengantarkan pada kemerdekaan bertunas di hati dan jiwa generasi mendatang. Aneka perlombaan (panjang pinang, tarik tambang, makan kerupuk, dll) merupakan salah satu cara memaknai sebuah perjuangan dan pengorbanan. Note: pilih perlombaan dan kegiatan yang bermanfaat dan positif.

SDM Unggul, Indonesia Maju




Memasuki periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin menetapkan program utamanya untuk melanjutkan program pembangunan di periode pertamanya, yakni “SDM (Sumber Daya Manusia) Unggul, Indonesia Maju”. Penegasan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema "SDM Unggul, Indonesia Maju", yang berlangsung di Ruang Rapat Benny S. Mulyana, Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan “SDM Unggul, Indonesian Maju” adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya; Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. “Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum; Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia; dan Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif,” jelas Moeldoko.

Berdasarkan penyampaian tersebut diharapkan ke depannya terciptanya  SDM Unggul, Indonesia Maju.
Perayaan hari ini diharapkan bukan sekedar ritual. Namun, bagaimana bentuk penghargaan kita. Bagaimana langkah kita untuk mengisi kemerdekaan. Bagaimana strategi kita menyambung estafet para pahlawan terdahulu. Sudah siapkah kita?

Referensi
ksp.go.id
Instyle.id
Kompas.com

Selasa, 06 Agustus 2019

BUNGA TERSEMBUNYI

Awal pertemuan ku dengan dia adalah sejak liburan di Taman Cadika. Sebuah taman yang berada tepat di sekitar rumah paman. Hampir setiap saat paman mengajak untuk berkunjung. 

Bagiku bermain di alam terbuka adalah hal yang cukup menyenangkan. Kegiatan tersebut bisa menghilangkan penat rutinitas, serta menyegarkan kembali energi-energi positif . Aku juga menyarankan agar teman-teman sering untuk bermain di taman hijau; arena wisata alam. Mari tutup laptop sejenak. Singkirkan semua tumpukan berkas, serta amati mereka yang disekitar kita.

Langkah demi langkah. Menelusuri jalanan. Ku melihat dia yang mengayuh sepeda membawa tumpukan sampah. "Bismillahirrahmanirrahim". Ucapnya sebelum menumpahkan sampah-sampah itu ke dalam bak sampah miliknya. Lantunan tasbih juga membasahi gerak bibirnya. 

Masya Allah. Diri ini begitu takjub. Allah begitu sayang hingga ia mempertemukan dengan mereka yang senantiasa mengingat kepadaNya. Pekerjaan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Mengkufuri nikmat yang telah diberi. Barangkali diri ini selalu beralasan untuk mengatakan bahwa Tuhan kami sedang sibuk. Astagfirullah.

Perjalanan kami pulang, kudapati lelaki paruh baya yang membaca Al-Quran sambil menunggu dagangannya. 

Pertemuanku dengan dia bukanlah tanpa makna. Bukan sebuah hal yang kebetulan. Allah ingin kembali mengingatkan dan mengajarkan. Mereka yang tersebar di bumi senantiasa memperkuat perisai langit. Lalu bagaimana dengan diri ini?

Perisai-perisai yang mampu mengetuk pintu langit. 
Ibarat sebuah bunga, bermekaran menarik mata untuk memandang. Kumbang-kumbang pula turut menari diantara bunga yang sedang mekar.

Proses mereka untuk memperkuat perisai langit memang tak mudah. Butuh sebuah ketekunan, keikhlasan, perjuangan, dan bahkan kesabaran. 
Begitu pulau dengan tanaman. Mereka tidak serta Merta berbunga, dan bermekaran. Banyak proses yang telah dilalui. Banyak hal yang telah dikorbankan. 

"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". (QS. An-Nahl:97)

So, tetaplah beramal shaleh. Dimanapun dan kapanpun. Barangsiapa beramal shaleh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik di dunia dan Allah akan balas dengan yang jauh lebih baik dari amal Sholeh ya kelak di akhirat. 

Mari bersama, terus berjalan. Menelusuri perjalanan kehidupan yang telah Allah beri. Semoga kita tidak hanya dipertemukan di taman dunia. Namun, kita kelak dipertemukan di taman syurga Allah. Aamiin.

Bunga tersembunyi. Teruslah bermekaran. Kusuma nan indah. 

https://youtu.be/2kR0auMkzJE

Kamis, 28 Maret 2019

Pergi Sejenak Lalu Kembali


belajardariombak
Sahabat, mungkin kamu pernah bahkan sering untuk mengunjungi pantai. Ntah untuk sekedar bertemu dengan ombak, menghilangkan penat, menunggu sunset tiba, bertafakur dengan alam, atau bahkan berkumpul menghabiskan waktu dengan keluarga maupun teman.
Butiran pasir yang terbentang, ombak yang setiap waktu datang berlari menuju daratan, semilir angin yang menyejukan, serta masih banyak pemandangan lain yang bisa dinikmati. Namun ingat ya, tetap jaga pandangan. (note: jaga pandangan; dikhawatirkan ada pemandangan yang tidak mengenakan. hehe). Bagaimana sahabat sungguh indahkan pemandangan di pantai?
Panorama alam yang terbentang, termasuk pantai begitu indah. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Kali ini kita akan belajar dari ombak. Mereka pergi sejenak lalu kembali. Namun, kepergiannya memberikan hal  yang sangat berarti untuk pelajari.
Hal apa saja yang bisa kita pelajari? Sahabat senja-pelangii ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari ombak. Pertama, perjuangan. Ombak terus berjuang untuk tiba di pantai. Menyentuh dan menyapa semua yang ada di pantai. Sekuat tenaga ia berlari untuk tiba di pantai. Kedua, keikhlasan. Ombak tidak peduli anggapan orang lain tentangnya. Baik respon positif maupun respon negatif. Baik yang menyukai, maupun membenci ombak. Jika itu benar, maka lakukanlah dengan ikhlas Ketiga, istiqomah. Lakukan semua dengan konsisten. Seperti ombak yang bergulung setiap saat tanpa pernah berhenti.
Sahabat, itu yang dapat dipelajari dari alam. Sahabat senja-pelangii bisa menambahkan dikomentar jika ada hikmah lain yang bisa dipetik dari Sang Ombak.
Sahabat senja-pelangii mari yuk sama-sama amati dan pelajari dari sekitar kita. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 15 Desember 2018

Jurus Jitu Lulus PTN


Masuk PTN adalah mimpi semua orang. Terlebih jika itu PTN favorit. Berdasarkan data forlap.ristekdikti.com (2018) Indonesia memiliki ribuan perguruan tinggi yakni 583 universitas, 2536 sekolah tinggi, 221 institut, 279 politeknik, 1063 akademi. Senja pelangi akan membagikan tips, jurus jitu lulus perguruan tinggi. Nah, simak baik-baik ya teman.

1. Sharing and Searching
Penting teman-teman untuk sharing and searching. Diskusi dan mencari informasi dari berbagai sumber. Baik dari teman, keluarga, orang-orang dikenal, membaca buku maupun blog. Hal tersebut akan bermanfaat sebagai bekal/persiapan. Cari informasi terkait kampus, jurusan, maupun program studi. Pilih kampus dengan akreditasi terbaik. Pilih jurusan maupun program studi yang sesuai minat, bakat, maupun peluang masa depan. Jangan sampai salah pilih. Ntar masih baru, ehh berasa gak nyaman dengan jurusan yang dipilih. 

2. Restu Orangtua
Setelah mencari informasi maka minta restu orangtua. Jika mereka setuju maka lanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun, jika ada penolakan dari orangtua tugas selanjutnya adalah menanyakan alasan penolakan dan pilih option yang lain.
Ridho Allah ada pada ridho orangtua, murka Alla ada pada murka orangtua. So, jangan gara-gara untuk masuk perguruan tinggi berdampak negatif orangtua dan anak berantem ya. It’s not okey
  
3. Optimis dan Ikhtiar
Optimis dan ikhtiar itu penting. Jangan hanya optimis doang. Tapi perlu ada ikhtiar, sahabat. Yakin dan berusaha semua akan tercapai. Silahkan teman-teman pilih dan tentukan. Ikhtiar apa yang hendak dilakukan. Bisa jadi ikut les persiapan masuk PTN,  belajar kelompok, persiapan belajar rutin, atau rutin sedekah. Yups, langkah-langkah yang kita pilih adalah langkah terbaik. Lakukan hal rutin yang dilakukan secara konsisten maka memberi dampak yang luar biasa.

4. Keluar Zona Nyaman
Teman-teman harus berani keluar dari zona nyaman. Kebiasaan-kebiasaan buruk harus segera mungkin untuk diminimalisir. Jika meniadakan berasa cukup berat. Ibarat mengangkat gunung. Maka teman-teman coba untuk meminimalisir. Membiasakan hal-hal baik. Kebiasaan baik akan menarik rezeki. Mulailah keluar dari zona nyaman.

Sahabat pelangi senja. Itu tadi ya jurus jitu untuk lulus PTN. Selamat untuk mencoba. Semoga sahabat lulus di PTN favorit. Aamiin.




Senin, 07 November 2016

Motivasi I